Komplek candi Arjuna merupakan salah satu komplek percandian di Dieng. Komplek candi Arjuna terdiri dari 5 candi, yaitu candi Arjuna, candi Semar, candi Puntadewa, candi Sembadra, candi Srikandi

 

Candi Arjuna

 

 

Candi arjuna merupakan candi utama di komplek ini. Candi Arjuna berbentuk persegi berukuran sekitar 4 m2. Candi Arjuna berada di ujung paling utara dan menghadap ke arah barat yang ditandai dengan adanya pada sisi barat candi. Badan candi Arjuna berada pada sebuah batur setinggi 1 meter.

 

Candi Semar

 


 

Candi Semar merupakan satu-satunya candi di konplek ini yang letaknya tidak berada dalam satu deret dengan candi lainnya. Candi Semar terletak di depan candi Arjuna, dan posisinya saling berhadapan. Candi Semar berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran yang lebih kecil dari candi Arjuna. Dalam candi Semar hanya ada ruangan kosong dengan dinding yang dihiasi jendela-jendela kecil.

 

Candi Srikandi

 


 

Candi Srikandi terletak persis di sebelah utara selatan Candi Arjuna. Candi Srikandi berbentuk kubs dengan dinding luar yang dihiasi relief Dewa Wisnu di bagian utara, Dewa Bahma di bagian Selatan, dan Dewa Syiwa di dinding timur.

 

Candi Sembadra

 


 

Candi Sembadra berada di sebelah selatan candi Srikandi. Bentuknya kubus di bagian atap dan bentuk seperti poligon di bagian tubuhnya. Bila di dasarkan pada penyusunan komponen, maka candi Sembadra adalah yang paling muda di komplek candi Dieng. Cara penempatan tangga masuk ke bilik masih sama dengan candi Srikandi. Namun tangga ini tidakmenjorok masuk ke dalam candi, melainkan ke dalam pondasi yang telah di tinggikan.

 

Candi Puntadewa

 


 

Candi Puntadewa terletak di ujung paling selatan dari deretan candi ini. Candi Puntadewa terlihat ramping dan tinggi karena berdiri di atas batur setinggi 2,5 meter. Candi ini memiliki sebuah ruangan kosong yang sempit didalamnya.

 

Selain candi yang berada di komplek Candi Arjuna, Dieng juga mempunyai candi yang berada di sekitar kawasan Dieng. Yaitu Komplek Candi Gatotkaca, sama halnya dengan komplek Candi Arjuna yang terdiri dari gugusan 5 buah candi yaitu Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, candi Gareng dan Petruk. Namun berbeda dengan candi yang berada di komplek Candi Arjuna, di kelompok Candi Gatutkaca ini sebagian besar candinya telah runtuh dan hilang. Yang tersisa dari kelompok ini dan masih cukup bagus kondisinya hanyalah Candi Gatutkaca.

 

Candi Gatotkaca

 


 

Candi Gatutkaca berdiri pada sebuah batur bujur sangkar setinggi 1 meter. Candi Gatutkaca memiliki bentuk seperti bangunan bertingkat dengan beberapa relung di sisi luar dindingnya. Candi Gatutkaca mengadap ke arah barat ditandai dengan adanya tangga kecil dan sebuah pintu masuk disisi barat candi. Pada dinding luar terdapat ceruk kecil tempat untuk meletakkan arca. Bagian bawah dan tengah candi masih tampak baik, namun pada bagian atapnya terlihat sudah rusak.

Candi Dwarawati

 


 

Komplek Candi Dwarawati merupakan sebuah kelompok candi yang terdiri dari 4 buah bangunan candi yaitu Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu dan Candi Margasari. Sayangnya hampir semua bangunan candi telah rusak dan hanya beberapa reruntuhan, yang hanya menyisakan 1 buah candi yang masih utuh yaitu Candi Dwarawati. Cani Dwarawati mempunyai bentuk dasar bujus sangkar dengan alas batur setinggi 50 cm. Candi Dwarawati ini berdiri menghadap ke arah barat dengan sebuahpintu masuk di atas sebuah  tangga di dinding baratnya. Tangga dan pintu masuk Candi Dwarawati sama sekali tidak memiliki hiasan.

 

Pada ketiga dinding Candi Dwarawati terdapat ceruk atau bilik penampil untuk meletakkan arca-arca. Didalam candi terdapat sebuah ruangan yang kosong. Atap candi juga telah runtuh dan rusak. Satu lagi yang tersisa di dekat Candi Dwarawati ini adalah sebuah batu seperti Lingga dan Yoni.

 

Candi Bima

 


Candi Bima merupakan satu-satunya candi yang tidak berada dalam satu komplek atau kelompok candi. Letaknya menyendiri di kejauhan di atas sebuah bukit. Candi Bima juga merupakan candi yang terbesar di antara semua candi yang berada di komplek candi Dieng.

 

Bentuk Candi Bima memang agak sedikit unik dibanding candi-candi lainnya. Bentuk dasarnya adalah bujur sangkar namun di setiap sisinya dilengkapi dengan peampil yang agak menjorok keluar, sehingga membuat candi ini terlihat seolah-olah berbentuk persegi delapan.

 

Dibagian depan candi terdapat penampil yang menjorok jauh keluar sepanjang sekitar 1,5 meter sebagai pintu masuk ke dalam candi, sedangkan penampil pada ketiga sisi candi terdapat ceruk untuk meletakkan arca. Di dalam tubuh candi terdapat sebuah ruangan kosong. Keunikan lain candi ini terletak pada atapnya yang terdiri dari 5 pelipit padma ganda dan relung kudu di setiap tingkatan atapnya. Arca kudu adalah sebuah arca berbentuk manusia setengah badan yang seolah-olah sedang melongok ke bawah. Sedangkan atap paling ujung telah runtuh dan tidak dapat diketahui bentuk aslinya. 

Download Freewww.bigtheme.net/joomla Joomla Templates Responsive